
PROGRAM PASCASARJANA - MAGISTER PENDIDIKAN
“TEKNOLOGI PEMBELAJARAN” STKIP- GARUT
ENGLISH EXPLORE
“HOW TO PLAY THE ENGLISH BEAUTIFULLY”
JAWABAN UTS “SP” NO. : 1
“Strategi Pembelajaran”
Dosen : Prof.DR.H.Wina Sanjaya M.Pd
Dosen : Prof.DR.H.Wina Sanjaya M.Pd
|
A. Pendekatan Sistem
dalam Proses Pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan :
Pengertian Sistem Pembelajaran
Istilah Sistem adalah suatu konsep yang abstrak. Definisi tradisional menyatakan bahwa sistem adalah seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan secara optimal sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Ada tiga hal yang menjadi karakteristik suatu sistem. Pertama, setiap sistem mempunyai ciri utama yaitu mempunyai tujuan. Kedua, setiap sistem memiliki komponen atau unsur –unsur tertentu. Ketiga, setiap sistem memiliki fungsi. |
||
|
NO DAN SUB TOPIK
|
URAIAN
|
KET.
|
|
A.1. Karakeristik
|
|
|
|
1. Tujuan:
|
Setiap
rakitan sistem pasti bertujuan, tujuan sistem telah ditentu¬kan lebih dahulu,
dan itu menjadi tolok ukur pemilihan kompo¬nen serta kegiatan dalam proses
kerja sistem. Komponen, fungsi komponen, dan tahap kerja yang ada dalam suatu
sistem meng¬arah ke pencapaian tujuan sistem. Tujuan sistem adalah pusat
orientasi dalam suatu sistem.
|
|
|
2. Komponen sistem
|
Jika
suatu sistem itu adalah sebuah mesin, maka setiap bagian (onderdil) adalah
komponen dari mesin (sistemnya); demikian pula halnya dengan pengajaran di
sekolah sebagai sistem, maka semua unsur yang tercakup di dalamnya (baik
manusia maupun non manusia) dan kegiatan-kegiatan lain yang terj adi di
dalamnya adalah merupakan komponen sistem. Jadi setiap sistem pasti memiliki
komponen-komponen sistem.
|
|
|
3. Fungsi
|
Fungsi
yang menjamin dinamika (gerak) dan kesatuan kerja sistem:
Tubuh kita merupakan suatu sistem, setiap organ (bagian) dalam tubuh tersebut mengemban fungsi tertentu, yang keseluruhan¬nya (semua fungsi komponen sistem) dikoordinasikan secara kompak, agar diri kita dan kehidupan kita sebagai manusia ber¬jalan secara sehat dan semestinya. |
|
|
NO DAN SUB TOPIK
|
URAIAN
|
KET.
|
|
A.2. Komponen
|
|
|
|
1. Tujuan
|
Tujuan yang diharapkan dapat tercapai adalah sejumlah kompetensi yang
tergambar baik dalam kompetensi dasar maupun standar kompetensi.
|
|
|
2. Isi atau Materi
Pelajaran
|
Isi atau materi pelajaran dalam konteks tertentu merupakan inti dalam proses pembelajaran.
Guru harus memahami secara detail isi materi pelajaran yang harus dikuasai
siswa, sebab peran dan tugas guru adalah sebagai sumber belajar.
|
|
|
3. Strategi atau Metode
|
Strategi atau metode adalah komponen yang juga mempunyai fungsi yang sangat
menentukan. Bagaimanapun lengkap dan jelasnya komponen lain, tanpa dapat
diimplementasikan melalui strategi yang tepat maka komponen-komponen tersebut
tidak akan memiliki makna dalam proses pencapaian tujuan.
|
|
|
4. Alat dan Sumber
|
Alat dan sumber, walaupun fungsinya sebagai alat Bantu, akan tetapi memiliki
peran yang tidak kalah pentingnya. Dalam kemajuan teknologi seperti sekarang
ini memungkinkan siswa belajar dari mana saja dan kapan saja dengan
memanfaatkan hasil-hasil teknologi. Melalui penggunaan berbagai sumber itu
diharapkan kualitas pembelajaran akan semakin meningkat.
|
|
|
5. Evaluasi
|
Evaluasi merupakan komponen terakhir dalam proses pembelajaran. Evaluasi
bukan saja berfungsi untuk melihat keberhasilan siswa dalam proses
pembelajaran, tetapi juga befungsi sebagai umpan balik bagi guru atas
kinerjanya dalam pengelolaan pembelajaran.
|
|
|
NO DAN SUB TOPIK
|
URAIAN
|
KET.
|
|
A.3. Manfa’at
|
1. Arah dan tujuan pembelajaran dapat
direncanakan dengan jelas.
|
|
|
2.
Menuntun guru pada kegiatan yang
sistematis
|
||
|
3. Dapat merancang pembelajaran dengan
mengoptimalkan segala potensi dan sumber daya yang tersedia.
|
||
|
4. Dapat memberikan umpan balik.
|
||
|
5. Kriteria Keberhasilan Sistem Pembelajaran
|
|
NO DAN SUB TOPIK
|
URAIAN
|
KET.
|
|
A.4. Variabel
|
|
|
|
1. Faktor Guru
|
Guru
adalah komponen yang sangat menentukan dalam implementasi suatu strategi
pembelajaran. Dalam pembelajaran guru tidak hanya berperan sebagai model atau
teladan bagi siswa tetapi juga sebagai pengelola pembelajaran.
|
|
|
2. Aspek siswa
|
Aspek
siswa meliputi aspek latar belakang siswa menurut Dunkin disebut Pupil
Formative experience serta faktor sifat yang dimiliki siswa (pupil
properties)
Setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda yang dapat dikelompokkan pada siswa berkemampuan rendah, sedang, dan tinggi. Perbedaan-perbedaan seperti itu akan mempengaruhi proses pembelajaran di dalam kelas. |
|
|
3. Faktor Sarana dan
Prasarana
|
Sarana
adalah segala sesuatu yang mendukung secara langsung terhadap kelancaran
proses pembelajaran, misalnya media pembelajaran, alat-alat pelajaran,
perlengkapan sekolah, dan lain sebagainya.
|
|
|
4. Faktor Lingkungan
|
Dilihat
dari dimensi lingkungan ada dua faktor yang dapat mempengaruhi proses
pembelajaran, yaitu faktor organisasi kelas dan faktor iklim
sosial-psikologis
|
|
|
NO DAN SUB TOPIK
|
URAIAN
|
KET.
|
|
5. Bukti Manfa’at
Pendekatan sistem
|
Pendekatan sistem adalah satu kesatuan dalam:
(1) a way of thinking (filsafat
sistem), yaitu sebuah paradigma baru dari persepsi dan penjelasan, yang
diwujudkan dalam gabungan, berpikir holistik, tujuan-mencari, hubungan sebab
akibat, dan proses-penyelidikan yang fokus dengan titik sasaran dapat
menggambarkan suatu rancang bangun atau unsur pendekatan sistem yang akan
bermanfaat dan mudah diaplikasikan pada tugas-tugas manajerial dalam konteks
merumuskan strategi.
|
|
|
2)
a
method or technique of analysis (analisis sistem), yaitu
pengamatan dan pemeriksaan fenomena yang berhubungan untuk tujuan memahami
cara berinteraksi dari beberapa faktor dan mempengaruhi kinerja sebuah sistem
dalam periode waktu yang lama (Reigeluth). Analisis sistem menekankan pada
metode berfikir dan bekerja mengenai bagaimana menggunakan sumber-sumber yang
tersedia secara optimal atau pendekatan yang bermanfaat pada proses
pengambilan keputusan baik yang dilakukan pada tingkat manajerial maupun
operasional.
|
||
|
(3)
a
managerial style (manajemen sistem), yaitu menekankan pada metode
berfikir dan bekerja dengan titik sasaran pada upaya pencarian manfaat.
Manajemen sistem menggunakan metode sintesis (memadukan semua unsur dalam
satu kesatuan), untuk mengintegrasikan operasi kerja melalui perencanaan operasional
sehingga jaringan hubungan antar komponen menjadi jelas atau pendekatan yang
berguna dalam pengelolaan organisasi-organisasi besar terutama dalam
pengelolaan fungsi, proyek, atau program-program.
|
|
B. Istilah-istilah dalam
Pembelajaran :
|
||
|
B.1. Pendekatan :
|
Pendekatan
pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita
terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya
suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi,
menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan
teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua
jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau
berpusat pada siswa (student centered approach) dan
(2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher
centered approach).
|
|
|
B.2. Strategi
|
Strategi merupakan “a plan of operation achieving something”
sedangkan metode adalah “a way in achieving something”
(Wina Senjaya (2008). Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat
dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery
learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi
pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan
strategi pembelajaran deduktif.
|
|
|
B.3. Metode
|
Metode pembelajaran dapat
diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang
sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan
untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah;
(2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman
lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.
|
|
|
B.4. Teknik
|
Teknik pembelajaran
dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam
mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode
ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik
tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode
ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas.
|
|
|
B.5. Taktik
|
Taktik pembelajaranmerupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik
pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang
sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda
dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung
banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang
tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi
lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat
menguasai bidang itu.
|
|
|
B.1. Langkah-langkah Strategi
Pembelajaran :
|
||
|
|
EKSPOSITORI
|
INKUIRI
|
|
1.
|
Persiapan
|
Orientasi
|
|
|
Persiapan ( preparation ), tujuan yang ingin dicapai
dalam melakukan persiapan adalah :
v Mengajak siswa keluar dari kondisi mental yang pasif v Membangkitkan motivasi dan minat siswa untuk belajar v Merangsang dan menggugah rasa ingin tahu siswa v Menciptakan suasana dan iklim pembelajaran yang terbuka Beberapa hal yang harus dilakukan dalam langkah persiapan di antaranya adalah : v Berikan sugesti yang positif dan hindari sugesti yang negatif v Mulailah dnegan mengemukakan tujuan yang harus dicapai v Bukalah file dalam otak siswa |
Langkah orientasi adalah langkah untuk membina
suasana atau iklim pembelajaran yang responsif. Pada langkah ini guru
mengondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran.
|
|
2.
|
Penyajian
|
Merumuskan
masalah
|
|
|
Penyajian ( presentasion ), yang harus dipikirkan
oleh setiap guru adalah bagaimana agar materi pelajaran dapat dengan mudah
ditangkap dan dipahami oleh siswa.
Hal yang harus diperhatikan adalah : v Penggunaan bahasa v Intonasi suara v Menjaga kontak mata dengan siswa v Menggunakan joke – joke yang menyegarkan |
Merumuskan masalah merupakan langkah membawa
siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka – teki. Persoalan yang
disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan
teka – teki itu.
|
|
3.
|
Korelasi
( corelation ),
|
Merumuskan
hipotesis
|
|
|
Korelasi ( corelation ), adalah langkah
menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa atau dengan hal
– hal lain yang memungkinkan siswa dapat menangkap keterkaitannya dalam
struktur pengetahuan yang telah
|
Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu
permasalahan yang sedang dikaji, maka dari itu perlu diuji
kebenarannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk
mengembangkan kemampuan menebak pada setiap anak adalah dengan mengajukan
berbagai pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat merumuskan jawaban
sementara.
|
|
4.
|
Menyimpulkan
( generalization ) :
|
Mengumpulkan data
|
|
|
Menyimpulkan ( generalization ), menyimpulkan
adalah tahapan untuk memahami inti dari materi pelajaran yang telah
disajikan. Menyimpulkan berarti pula memberikan keyakinan kepada siswa
tentang kebenaran suatu paparan sehingga siswa tidak merasa ragu lagi akan
penjelasan guru.
|
Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring
informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Tugas dan
peranan guru dalam tahapan ini adalah mengajukan pertanyaan yang dapat
mendorong siswa untuk mencari informasi yang dibutuhkan.
|
|
5.
|
Mengaplikasikan
( aplication ),
|
Menguji
hipotesis
|
|
|
Mengaplikasikan ( aplication ), langkah aplikasi adalah langkah unjuk
kemampuan siswa setelah mereka menyimak penjelasan guru. Teknik biasa
dilakukan adalah dengan membuat tugas yang relevan dengan materi yang telah
disajikan dan dengan memberikan tes yang sesuai dengan materi pelajaran yang
telah disajikan.
|
Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban
yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh
berdasarkan pengumpulan data. Merumuskan kesimpulan
Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. |
|
6.
|
|
Merumuskan
kesimpulan
|
|
|
|
Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan
temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.
|
|
B.3. Langkah-langkah Metode Pembelajaran :
|
||
|
|
CERAMAH
|
DISKUSI
|
|
1.
|
Langkah persiapan
Persiapan yang dimaksud disini adalah menjelaskan
kepada siswa tentang tujuan pembelajaran dan pokok-pokok masalah yang akan
dibahas dalam pelajaran tersebut. Disamping itu, guru memperbanyak bahan
appersepsi untuk membantu mereka memahami pelajaran yang akan disajikan.
|
Langkah Persiapan
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Persiapan diskusi di
antaranya:
a) Merumuskan tujuan yang ingin dicapai,
baik tujuan yang bersifat umum maupun tujuan khusus.
b) Menentukan jenis diskusi yang dapat
dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
c) Menetapkan masalah yang akan dibahas.
d) Mempersiapkan segala sesuatu yang
berhubungan dengan teknis pelaksanaan diskusi, misalnya ruang kelas dengan
segala fasilitasnya, petugas-petugas diskusi seperti moderator, notulis, dan
tim perumus, manakala diperlukan.
|
|
2.
|
Langkah penyajian
Pada tahap ini guru menyajikan bahan yang berkenaan dengan pokok-pokok masalah. |
Pelaksanaan Diskusi
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam
melaksanakan diskusi adalah:
1. Memeriksa segala persiapan yang dianggap
dapat memengaruhi kelancaran diskusi.
1. Memberikan pengarahan sebelum dilaksanakan
diskusi, misalnya menyajikan tujuan yang ingin dicapai serta aturan-aturan
diskusi sesuai dengan jenis diskusi yang akan dilaksanakan.
2. Melaksanakan diskusi sesuai dengan aturan
main yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaan diskusi hendaklah memerhatikan
suasana atau iklim belajar yang menyenangkan, misalnya tidak tegang, tidak
saling menyudutkan, dan lain sebagainya.
3. Memberikan kesempatan yang sama kepada
setiap peserta diskusi untuk mengeluarkan gagasan dan ide-idenya.
4. Mengendalikan pembicaraan kepada
pokok persoalan yang sedang dibahas. Hal ini sangat penting, sebab tanpa
pengendalian biasanya arah pembahasan menjadi melebar dan tidak fokus.
|
|
3.
|
Langkah
generalisasi
Dalam hal ini unsur yang sama dan berlainan dihimpun untuk mendapatkan kesimpulan-kesimpulan mengenai pokok-pokok masalah. |
Menutup Diskusi
Akhir dari proses pembelajaran dengan menggunakan
diskusi hendaklah dilakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Membuat pokok-pokok pembahasan sebagai
kesimpulan sesuai dengan hasil diskusi.
2. Mereview jalannya diskusi dengan meminta
pendapat dari seluruh peserta sebagai umpan balik untuk perbaikan selanjutnya
|
|
4.
|
Langkah aplikasi
penggunaan
Pada langkah ini kesimpulan atau konklusi yang diperoleh digunakan dalam berbagai situasi sehingga nyata makna kesimpulan itu. |
|
|
|
|
|
Book Resources :
1. Wina Senjaya.
2008. Strategi Pembelajaran;
Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta:
Kencana
Prenada Media Group.
2. Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja.
3. Dedi
Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belajar Mengajar
(Diktat Kuliah).
Bandung: FPTK-IKIP Bandung.
4. Udin S.
Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar.
Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas
Terbuka.
5. Beda
Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran
6. Dit.Tendik.
2010. Pembelajaran Berbasis PAIKEM (CTL, Pembelajaran Terpadu, Pembelajaran
Tematik),
Jakarta: Kemendiknas
7. Yamin, Matinis.2009. Strategi
pembelajaran Berbasis Kompetensi. Gaung Persada.
Jakarta
mrbrows03srdocts.-20120813
Tidak ada komentar:
Posting Komentar