Minggu, 12 Agustus 2012

JAWABAN UTS Mata Kuliah : "Strategi Pembelajaran" No.01dari Dosen Prof.DR.Wina Sanjaya M.Pd


PROGRAM PASCASARJANA - MAGISTER PENDIDIKAN
E
2 “TEKNOLOGI PEMBELAJARAN” STKIP- GARUT
 ENGLISH EXPLORE
 “HOW TO PLAY THE ENGLISH BEAUTIFULLY”
  E-mail : asepmrbrows03sr@gmail.com, g+Asep Sofyar R,Google+,085353641709

JAWABAN UTS “SP” NO. : 1
“Strategi Pembelajaran”
Dosen : Prof.DR.H.Wina Sanjaya M.Pd

A.   Pendekatan Sistem dalam Proses Pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan :
Pengertian Sistem Pembelajaran
Istilah Sistem adalah suatu konsep yang abstrak. Definisi tradisional menyatakan bahwa sistem adalah seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan secara optimal sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Ada tiga hal yang menjadi karakteristik suatu sistem. Pertama, setiap sistem mempunyai ciri utama yaitu mempunyai tujuan. Kedua, setiap sistem memiliki komponen atau unsur –unsur tertentu. Ketiga, setiap sistem memiliki fungsi.

NO DAN SUB TOPIK
URAIAN

KET.
A.1.   Karakeristik


1.   Tujuan:
Setiap rakitan sistem pasti bertujuan, tujuan sistem telah ditentu¬kan lebih dahulu, dan itu menjadi tolok ukur pemilihan kompo¬nen serta kegiatan dalam proses kerja sistem. Komponen, fungsi komponen, dan tahap kerja yang ada dalam suatu sistem meng¬arah ke pencapaian tujuan sistem. Tujuan sistem adalah pusat orientasi dalam suatu sistem.

2.   Komponen sistem
Jika suatu sistem itu adalah sebuah mesin, maka setiap bagian (onderdil) adalah komponen dari mesin (sistemnya); demikian pula halnya dengan pengajaran di sekolah sebagai sistem, maka semua unsur yang tercakup di dalamnya (baik manusia maupun non manusia) dan kegiatan-kegiatan lain yang terj adi di dalamnya adalah merupakan komponen sistem. Jadi setiap sistem pasti memiliki komponen-komponen sistem.

3.   Fungsi
Fungsi yang menjamin dinamika (gerak) dan kesatuan kerja sistem:
Tubuh kita merupakan suatu sistem, setiap organ (bagian) dalam tubuh tersebut mengemban fungsi tertentu, yang keseluruhan¬nya (semua fungsi komponen sistem) dikoordinasikan secara kompak, agar diri kita dan kehidupan kita sebagai manusia ber¬jalan secara sehat dan semestinya.


NO DAN SUB TOPIK
URAIAN

KET.
A.2.   Komponen



1.   Tujuan
Tujuan yang diharapkan dapat tercapai adalah sejumlah kompetensi yang tergambar baik dalam kompetensi dasar maupun standar kompetensi.

2.   Isi atau Materi  
      Pelajaran
Isi atau materi pelajaran dalam konteks tertentu merupakan inti dalam proses pembelajaran. Guru harus memahami secara detail isi materi pelajaran yang harus dikuasai siswa, sebab peran dan tugas guru adalah sebagai sumber belajar.

3.   Strategi atau Metode
Strategi atau metode adalah komponen yang juga mempunyai fungsi yang sangat menentukan. Bagaimanapun lengkap dan jelasnya komponen lain, tanpa dapat diimplementasikan melalui strategi yang tepat maka komponen-komponen tersebut tidak akan memiliki makna dalam proses pencapaian tujuan.

4.   Alat dan Sumber
Alat dan sumber, walaupun fungsinya sebagai alat Bantu, akan tetapi memiliki peran yang tidak kalah pentingnya. Dalam kemajuan teknologi seperti sekarang ini memungkinkan siswa belajar dari mana saja dan kapan saja dengan memanfaatkan hasil-hasil teknologi. Melalui penggunaan berbagai sumber itu diharapkan kualitas pembelajaran akan semakin meningkat.

5.   Evaluasi
Evaluasi merupakan komponen terakhir dalam proses pembelajaran. Evaluasi bukan saja berfungsi untuk melihat keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran, tetapi juga befungsi sebagai umpan balik bagi guru atas kinerjanya dalam pengelolaan pembelajaran.


NO DAN SUB TOPIK
URAIAN
KET.
A.3.  Manfa’at
1.   Arah dan tujuan pembelajaran dapat direncanakan dengan jelas.

2.   Menuntun guru pada kegiatan yang sistematis
3.   Dapat merancang pembelajaran dengan mengoptimalkan segala potensi dan sumber daya yang tersedia.
4.   Dapat memberikan umpan balik.
5.   Kriteria Keberhasilan Sistem Pembelajaran

NO DAN SUB TOPIK
URAIAN
KET.
A.4.   Variabel



1.   Faktor Guru
Guru adalah komponen yang sangat menentukan dalam implementasi suatu strategi pembelajaran. Dalam pembelajaran guru tidak hanya berperan sebagai model atau teladan bagi siswa tetapi juga sebagai pengelola pembelajaran.

2.   Aspek siswa
Aspek siswa meliputi aspek latar belakang siswa menurut Dunkin disebut Pupil Formative experience serta faktor sifat yang dimiliki siswa (pupil properties)
Setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda yang dapat dikelompokkan pada siswa berkemampuan rendah, sedang, dan tinggi. Perbedaan-perbedaan seperti itu akan mempengaruhi proses pembelajaran di dalam kelas.

3.   Faktor Sarana dan  
      Prasarana
Sarana adalah segala sesuatu yang mendukung secara langsung terhadap kelancaran proses pembelajaran, misalnya media pembelajaran, alat-alat pelajaran, perlengkapan sekolah, dan lain sebagainya.

4.   Faktor Lingkungan
Dilihat dari dimensi lingkungan ada dua faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran, yaitu faktor organisasi kelas dan faktor iklim sosial-psikologis


NO DAN SUB TOPIK
URAIAN
KET.
5.   Bukti Manfa’at
      Pendekatan sistem
Pendekatan sistem adalah satu kesatuan dalam:
 (1) a way of thinking (filsafat sistem), yaitu sebuah paradigma baru dari persepsi dan penjelasan, yang diwujudkan dalam gabungan, berpikir holistik, tujuan-mencari, hubungan sebab akibat, dan proses-penyelidikan yang fokus dengan titik sasaran dapat menggambarkan suatu rancang bangun atau unsur pendekatan sistem yang akan bermanfaat dan mudah diaplikasikan pada tugas-tugas manajerial dalam konteks merumuskan strategi.


2) a method or technique of analysis (analisis sistem), yaitu pengamatan dan pemeriksaan fenomena yang berhubungan untuk tujuan memahami cara berinteraksi dari beberapa faktor dan mempengaruhi kinerja sebuah sistem dalam periode waktu yang lama (Reigeluth). Analisis sistem menekankan pada metode berfikir dan bekerja mengenai bagaimana menggunakan sumber-sumber yang tersedia secara optimal atau pendekatan yang bermanfaat pada proses pengambilan keputusan baik yang dilakukan pada tingkat manajerial maupun operasional.
(3) a managerial style (manajemen sistem), yaitu menekankan pada metode berfikir dan bekerja dengan titik sasaran pada upaya pencarian manfaat. Manajemen sistem menggunakan metode sintesis (memadukan semua unsur dalam satu kesatuan), untuk mengintegrasikan operasi kerja melalui perencanaan operasional sehingga jaringan hubungan antar komponen menjadi jelas atau pendekatan yang berguna dalam pengelolaan organisasi-organisasi besar terutama dalam pengelolaan fungsi, proyek, atau program-program.




B.   Istilah-istilah dalam Pembelajaran :
B.1.   Pendekatan :  
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).


B.2.   Strategi

Strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008). Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.

B.3.   Metode 
         

Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.

B.4.   Teknik

Teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas.

B.5.   Taktik
Taktik pembelajaranmerupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu.



B.1.   Langkah-langkah Strategi Pembelajaran :

EKSPOSITORI

INKUIRI
1.
Persiapan
Orientasi

Persiapan ( preparation ), tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan persiapan adalah :
v    Mengajak siswa keluar dari kondisi mental yang pasif
v    Membangkitkan motivasi dan minat siswa untuk belajar
v    Merangsang dan menggugah rasa ingin tahu siswa
v    Menciptakan suasana dan iklim pembelajaran yang terbuka
Beberapa hal yang harus dilakukan dalam langkah persiapan di antaranya adalah :
v    Berikan sugesti yang positif dan hindari sugesti yang negatif
v    Mulailah dnegan mengemukakan tujuan yang harus dicapai
v    Bukalah file dalam otak siswa
Langkah orientasi adalah  langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif. Pada langkah ini guru mengondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran.
2.
Penyajian
Merumuskan masalah

Penyajian ( presentasion ), yang harus dipikirkan oleh setiap guru adalah bagaimana agar materi pelajaran dapat dengan mudah ditangkap dan dipahami oleh siswa.
Hal yang harus diperhatikan adalah :
v    Penggunaan bahasa
v    Intonasi suara
v    Menjaga kontak mata dengan siswa
v    Menggunakan joke – joke yang menyegarkan
Merumuskan masalah merupakan  langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka – teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan teka – teki itu.
3.
Korelasi ( corelation ),
Merumuskan hipotesis

Korelasi ( corelation ), adalah langkah menghubungkan materi  pelajaran dengan pengalaman siswa atau dengan hal – hal lain yang memungkinkan siswa dapat menangkap keterkaitannya dalam struktur pengetahuan yang telah
Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji, maka dari itu perlu diuji kebenarannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kemampuan menebak pada setiap anak adalah dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat merumuskan jawaban sementara.
4.
Menyimpulkan  ( generalization ) :
Mengumpulkan data

Menyimpulkan  ( generalization ), menyimpulkan adalah tahapan untuk memahami inti dari materi pelajaran yang telah disajikan. Menyimpulkan berarti pula memberikan keyakinan kepada siswa tentang kebenaran suatu paparan sehingga siswa tidak merasa ragu lagi akan penjelasan guru.
Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Tugas dan peranan guru dalam tahapan ini adalah mengajukan pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk mencari informasi yang dibutuhkan.
5.
Mengaplikasikan ( aplication ),
Menguji hipotesis

Mengaplikasikan ( aplication ), langkah aplikasi adalah langkah unjuk kemampuan siswa setelah mereka menyimak penjelasan guru. Teknik biasa dilakukan adalah dengan membuat tugas yang relevan dengan materi yang telah disajikan dan dengan memberikan tes yang sesuai dengan materi pelajaran yang telah disajikan.
Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Merumuskan kesimpulan
Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.
6.

Merumuskan kesimpulan


Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.

B.3.   Langkah-langkah Metode Pembelajaran :

CERAMAH

DISKUSI
1.
Langkah persiapan
Persiapan yang dimaksud disini adalah menjelaskan kepada siswa tentang tujuan pembelajaran dan pokok-pokok masalah yang akan dibahas dalam pelajaran tersebut. Disamping itu, guru memperbanyak bahan appersepsi untuk membantu mereka memahami pelajaran yang akan disajikan.

Langkah Persiapan
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Persiapan diskusi di antaranya:
a)      Merumuskan tujuan yang ingin dicapai, baik tujuan yang bersifat umum maupun tujuan khusus.
b)      Menentukan jenis diskusi yang dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
c)      Menetapkan masalah yang akan dibahas.
d)     Mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan diskusi, misalnya ruang kelas dengan segala fasilitasnya, petugas-petugas diskusi seperti moderator, notulis, dan tim perumus, manakala diperlukan.
2.
Langkah penyajian
Pada tahap ini guru menyajikan bahan yang berkenaan dengan pokok-pokok masalah.
Pelaksanaan Diskusi
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan diskusi adalah:
1.      Memeriksa segala persiapan yang dianggap dapat memengaruhi kelancaran diskusi.
1.      Memberikan pengarahan sebelum dilaksanakan diskusi, misalnya menyajikan tujuan yang ingin dicapai serta aturan-aturan diskusi sesuai dengan jenis diskusi yang akan dilaksanakan.
2.      Melaksanakan diskusi sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaan diskusi hendaklah memerhatikan suasana atau iklim belajar yang menyenangkan, misalnya tidak tegang, tidak saling menyudutkan, dan lain sebagainya.
3.      Memberikan kesempatan yang sama kepada setiap peserta diskusi untuk mengeluarkan gagasan dan ide-idenya.
4.       Mengendalikan pembicaraan kepada pokok persoalan yang sedang dibahas. Hal ini sangat penting, sebab tanpa pengendalian biasanya arah pembahasan menjadi melebar dan tidak fokus.
3.
Langkah generalisasi
Dalam hal ini unsur yang sama dan berlainan dihimpun untuk mendapatkan kesimpulan-kesimpulan mengenai pokok-pokok masalah.

Menutup Diskusi
Akhir dari proses pembelajaran dengan menggunakan diskusi hendaklah dilakukan hal-hal sebagai berikut:
1.      Membuat pokok-pokok pembahasan sebagai kesimpulan sesuai dengan hasil diskusi.
2.      Mereview jalannya diskusi dengan meminta pendapat dari seluruh peserta sebagai umpan balik untuk perbaikan selanjutnya
4.
Langkah aplikasi penggunaan
Pada langkah ini kesimpulan atau konklusi yang diperoleh digunakan dalam berbagai situasi sehingga nyata makna kesimpulan itu.





Book Resources :
1.    Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta:  
        Kencana Prenada Media Group.
2.    Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja.
3.    Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah).    
        Bandung: FPTK-IKIP Bandung.
4.    Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas  
        Terbuka.
5.    Beda Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran  
6.    Dit.Tendik. 2010. Pembelajaran Berbasis PAIKEM (CTL, Pembelajaran Terpadu, Pembelajaran  
        Tematik), Jakarta: Kemendiknas
7.    Yamin, Matinis.2009. Strategi pembelajaran Berbasis Kompetensi. Gaung Persada.
       Jakarta

mrbrows03srdocts.-20120813

Tidak ada komentar:

Posting Komentar