“MANFAAT PENGGUNAAN KOMPUTER
DALAM PEMBELAJARAN”
I. SEJARAH SINGKAT KOMPUTER
BLOG BERBAGI - 50
tahun yang lalu hanya dua komputer yang digunakan di dunia dan
IBM memprediksikan hanya 4 komputer yang akan dibutuhkan. Namun belakangan
ini IBM terpaksa merubah pendapatnya karena teknologi telah berkembang
dengan sedemikian pesatnya. Saat ini telah terdapat jutaan komputer di
dunia dan jutaan komputer berikutnya akan diproduksi dalam tahun-tahun
mendatang
Pada tahun 1950, komputer-komputer berukuran besar yang disebut “mainframes” hanya sanggup dimiliki oleh pemerintah, universitas dan perusahaan. Namun pada tahun 1960—dengan dikenalnya alat yang bernama “transitor”—ukuran komputer dapat diperbaharui menjadi lebih kecil dengan peningkatan kekuatan yang lebih tinggi. Komputer tersebut kemudian disebut sebagai komputer “mini” karena ukurannya yang lebih kecil daripada “mainframes” sementara itu ukuran komputer semakin lama semakin kecil dengan peningkatan kekuatan secara berkala. Sekitar tahun 1970 diperkenalkan “microprocessor” yang menempatkan kapabilitas kalkulasi dari sebuah komputer dalam material yang berasal dari silikon dengan ukuran sebesar kuku jari manusia. Silikon diproduksi dari pasir yang mudah diperoleh dengan harga yang terbilang murah. Dalam waktu 10 tahun (tahun 1980), “microprocessors” dipasangkan ke komputer berukuran kecil yang kemudian disebut sebagai “microcomputers”. “Microcomputer” pertama yang didesain untuk dijual ke pasaran dinamakan “Apple II” (walaupun tidak pernah ada produk bernama APPLE I
sebelumnya). Selain itu juga muncul produk yang bernama IBM-PC tahun 1981 yang telah memunculkan perubahan besar di lingkungan kerja dan komunikasi.
II. MANFAATNYA
DALAM PEMBELAJARAN
Teknologi jaringan komputer/internet memberi manfaat bagi
pemakainya untuk melakukan komunikasi secara langsung dengan pemakai lainnya.
Hal ini dimungkinkan dengan diciptakannya sebuah alat bernama modem.
Jaringan komputer/internet memberi kemungkinan bagi pesertanya untuk melakukan
komunikasi tertulis dan saling bertukar pikiran tentang kegiatan belajar yang
mereka lakukan. Jaringan komputer dapat dirancang sedemikian rupa agar dosen
dapat berkomunikasi dengan mahasiswa dan mahasiswa dapat melakukan interaksi
belajar dengan mahasiswa yang lain. Interaksi pembelajaran dengan menggunakan
jaringan komputer tidak saja dapat dilakukan secara individual, tetapi juga
untuk menunjang kegiatan belajar kelompok. Pemanfaatan jaringan komputer dalam
sistem pendidikan jarak jauh dikenal juga dengan istilah Computer
Conferencing System (CCF). Biasanya sistem ini dilakukan melalui surat
elektronik atau E-mail. Beberapa kelebihan pemanfaatan jaringan komputer dalam
sistem pendidikan jarak jauh yaitu: dapat memperkaya model-model tutorial,
dapat memecahkan masalah belajar yang dihadapi mahasiswa dalam waktu yang lebih
singkat dan dapat mengatasi hambatan ruang dan waktu dalam memperoleh
informasi. CCF memberi kemungkinan bagi mahasiswa dan dosen untuk melakukan
interaksi pembelajaran langsung antar individu, individu dengan kelompok, dan
kelompok dengan kelompok (Mason, 1994 dalam Benny A. Pribadi dan Tita
Rosita, 2002:13-14)
A. Kreativitas Siswa
1. Pengertian
Kreativitas yang didmiliki oleh manusia sejak dilahirkan
ke dunia suatu yang wajar. Demikian juga dengan guru, karena kreatvitasnya itu
maka seseorang dapat mengaktualkan dirinya. Di sini terutama dalam penggunaan
media pembelajaran PKn, mengingat peranan guru yang sangat besar dalam
pembentukan sikap dan mental serta pengembangan intelektualitas anak yang
dimilikinya.
Nanda Sudjana ( 1987 : 20 ) mengatakan bahwa kreativitas
”merupakan cara atau usaha mempertinggi atau mengoptimalkan kegiatan belajar siswa
dalam proses pembelajaran ”. Pengaruh yang diberikan oleh guru dalam
pendekatannya dengan siswa bisa saja lebih besar dibandingkan dengan yang
dimiliki oleh orang tuanya. Hal ini disebabkan oleh kesempatan untuk merangsang
siswa dan kalau ingin menghambatnya lebih banyak dari orang tua siswa.
Penggunaan media oleh guru dalam proses pembelajaran,
tentumya tidak terlepas dari bagaimana guru tersebut mengajar. Guru Pkn perlu
memperhatikan pedoman atau falsafah dalam mengajar. Ini akan bermanfaat guna
pencapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan sebelumnya. Samion AR ( 2001 : 4
) menyatakan bahwa :
Falsafah mengajar yang harus diperhatikan oleh guru dalam
menumbuhkan kreativitas siswa adalah :
a. mengajar
adalah sangat penting dan sangat menyenangkan
b. siswa
patut dihargai dan disayangi sebagai pribadi yang unik
c. siswa
hendaknya menjadi pelajar yang aktif.
Dengan memperhatikan pendapat di atas dan melaksanakan
secara optimal, maka guru dalam penggunaan media juga harus memperhatikan
hal-hal tersebut. Media yang dipergunakan sebagai alat bantu dapat saja menjadi
pendorong bagi anak didik. Mempermudah untuk memahami materi yang disajikan.
Pendorong agar para guru mempunyai daya kreativitas tinggi tentunya berpengaruh
dengan cita-cita. Cita-cita disini merupakan pusat dari bermacam-macam
kebutuhan, artinya kebutuhan-kebutuhan biasanya dipusat di sekitar cita-cita
itu.
Guru perlu mempunya cita-cita dalam perencanaan dan
penggunaan media, karena cita-cita di sini mampu memposisikan energi psikis
untuk belajar memanfaatkan media dan juga dalam penggunaan pendidikan. Dalam
pencapaian cita-cita tersebut guru perlu melakukan langkah-langkah agar
kreativitas siswa dan pembelajaran dapat berhasil guna. Upaya-upaya
yang dilakukan guru dalam menciptakan kreativitas anak adalah
:
a). Menetapkan
bahan pembelajaran dan menyediakan media yang dipergunakan dalam proses
pembelajaran
Bahan pembelajaran merupakan isi yang diberikan kepada
siswa pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Bahan yang disajikan inilah
mengantarkan siswa pada tujuan pengajaran. Salah satu cara untuk
mempermudah dalam pencapaian tujuan pengajaran tentunya menggunakan media
yang mana media mempunyai keterkaitan dengan bahan yang disampaikan ( relevansi
)
b). Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar
Kegiatan belajar mengajar, tentunya mempunyai hubungan
yang erat dengan materi pelajaran. Guru mempunyai keinginan supaya anak
didiknya berkembang perlu dapat mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar.
Dimana kegiatan itu dilakukan oleh guru sebagai pendidik dan siswa
sebagai penerima materi di dalam interaksinya dalam belajar mengajar.
Kegiatan belajar mengajar itu dihubungkan dengan cara
guru menyampaikan materi pelajaran agar dapat dipahami oleh anak didik, dan
anak atau siswa menerima materi yang disampaikan oleh guru tersebut. Perlu
untuk diketahui bahwa kegiatan belajar siswa banyak dipengaruhi oleh kegiatan
guru.
2. Kemampuan
Siswa Dalam Mengekpresikan Gagasan Sebagai Wujud Kreativitas
Dalam kaitannya dengan kreativitas Supriadi ( 1989 : 303
) mengatakan ciri kehidupan sekolah yang kondusif untuk tumbuhnya kreativitas
keilmuan adalah :
a. memberikan
peluang kepada siswa untuk mengekspresikan gagasan secara aman. Mengeluarkan
pendapat merupakan suatu keinginan yang harus dihargai oleh guru, agar dalam
membuat media pengajaran PKn tidak dimonopoli oleh guru bidang studi PKn. Siswa
dilibatkan karena tujuan pembelajaran semuanya adalah untuk keberhasilan siswa
b. menghargai
prestasi siswa
c. menghargai imajinasi siswa
d. menghormati keunikan individu siswa
e. menyediakan sumber-sumber informasi
yang memadai untuk kebutuhan siswa
f. mampu
mengakomodasikan minat siswa yang beragam
g. melatih kepekaan siswa
Kemampuan
siswa dalam mengemukakan pendapatnya harus dihargai dan bagaimana caranya agar
siswa tersebut tidak merasa mempunyai kekurangan dalam menumbuhkan
kreativitasnya, dengan menggunakan media pembelajaran berbasis TIK tentu saja
diharapkan siswa mampu menumbuhkan kreativitasnya dengan maksimal yang terdapat
di dalam diri mereka. Seorang anak yang mempunyai kretaivitas tinggi
tentunya berbeda dengan siswa yang mempunyai krativitas rendah
Siswa yang mempunyai kreativitas tinggi tentunya akan
mampu menyelesaikan permasalahan dengan cepat dan tanggap terhadap permasalahan
yang muncul. Sedangkan siswa yang berkreativitas rendah terlihat kurang
menanggapi permasalahan dalam pembelajaran. Siswa yang kurang kreativitas tidak
akan bisa dengan cepat menyelesaikan tugas, dan apabila kesulitan dalam membuat
tugas siswa tersebut terlambat reaksinya untuk bertanya kepada orang lain.
3. Penggunaan
Media Pembelajaran Berbasis TIK Dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa
Media pembelajaran berbasis TIK sangat erat kaitannya
dengan kreativitas anak, dan anak yang mempunyai kreativitas tentunya anak yang
perkembangannya baik dan mampu menyelesaikan permasalahan dengan baik pula dan
mereka tidak ingin mempermasalahkan berlarut-larut dan secepatnya
diselesaikan.
Kreativitas yang merupakan kemampuan seseorang untuk
mengaktualkan dirinya dalam pergaulan dan juga dalam pembelajaran di sekolah.
Hal ini yang diharapkan agar dengan adanya media pembelajaran atau dengan
menggunakan media pembelajaran berbasis TIK anak dapat kreatif dan berkembang
sesuai yang diinginkan. Adapun ciri-ciri anak yang mempunyai kreativitas
tinggi menurut Asep H. Hermawan ( 1997 : 50 ) :
selalu ingin mengetahui sesuatu yang benar
selalu ingin mengubah sesuatu yang telah ada
mencoba hal-hal yang baru
III. PENUTUP
"peningkatan cara berfikir" ini
dirasakan penting karena perkembangan teknologi yang sangat pesat mengharuskan
seseorang untuk mempunyai ketrampilan belajar (cara berfikir) yang tinggi.
Dengan kata lain, proses belajar merupakan proses pembentukan pengetahuan bukan
proses menhafal pengetahuan. Jadi kita dapat menggunakan pengetahuan yang telah
kita miliki untuk membangun pengetahuan yang baru.
Dibandingkan dengan media pendidikan yang lain, seperti overhead, tv, dan film, komputer itu lebih memungkinkan utk membuat sang murid menjadi "aktif" bermain-main dengan informasi. Perangkat lunak dapat dibuat agar interaktif. Hal ini sukar dicapai oleh media lainnya. Hal lain yang menarik, perangkat lunak untuk pendidikan dapat di sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing murid. Hal ini memungkinkan murid-murid untuk berkembang sesuai dengan keadaan dan latar belakang kemampuan yang dimiliki. Murid yang memang mampu belajar dengan kecepatan tinggi tidak perlu menunggu rekan lainnya yang memerlukan waktu lebih dalam memahami materi pelajaran.
Dibandingkan dengan media pendidikan yang lain, seperti overhead, tv, dan film, komputer itu lebih memungkinkan utk membuat sang murid menjadi "aktif" bermain-main dengan informasi. Perangkat lunak dapat dibuat agar interaktif. Hal ini sukar dicapai oleh media lainnya. Hal lain yang menarik, perangkat lunak untuk pendidikan dapat di sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing murid. Hal ini memungkinkan murid-murid untuk berkembang sesuai dengan keadaan dan latar belakang kemampuan yang dimiliki. Murid yang memang mampu belajar dengan kecepatan tinggi tidak perlu menunggu rekan lainnya yang memerlukan waktu lebih dalam memahami materi pelajaran.
Sumber Buku : Diambil
dari berbagai macam sumber internet-Blog.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar