Rabu, 18 Juli 2012

"Why do you have to learn,Man?"

1.     Dosen                   : Prof.DR.H.Mohamad Surya,M.A
Mata Kuliah          : Teori Pembelajaran
            Tugas     1             : Mengapa manusia harus belajar ?
1.    Manusia diciptakan sesuai dengan fitrahnya dalam arti fitrahnya di sini adalah “potensi untuk dikembangkan sesuai dengan lingkungan yang mempengaruhinya”.Contohnya : Dilingkungan petani padi akan sulit menerima kebiasaan dengan pola sistem pertanian “tumpang-sari” atau “Palawija” karena ia berpendapat bahwa kebiasaan di lingkungan dimana ia hidup bersosialisasi dengan mereka yang sudah turun-temurun begitu lamanya bercocok tanam padi.Begitu halnya sebaliknya,mereka yang sudah setiap awal musim untuk bercocok tanam “Tumpang-sari” atau “Malawija” akan memerlukan pola pikir yang cukup lama pula untuk mengubahnya beralih bercocok tanam selain “Tumpang Sari/Palawija”.Tetapi ada juga Petani yang sudah muncul berpola pikir yang lebih maju yaitu dengan cara agak berbau “Gambling” akan tetapi tetap saja resiko yang akan ia dapatkan lebih tinggi.
2.    Manusia dilahirkan dalam keadaan tidak berdaya akan tetapi memiliki potensi untuk dikembangkan ke arah yang lebih baik lagi.Umpamanya : Seseorang yang tadinya kurang berminat untuk masuk perguruan tinggi keguruan karena cita-citanya menginginkan untuk menjadi seorang camat,akan tetapi “sudah suratan dari yang maha kuasa” secara alami karena ada kesempatan yang lebih memungkan menuju berkehidupan yang lebih baik lagi ; Secara terus-menerus dengan ketekunannya,Bergaul dengan orang-orang sekitarnya untuk memperkuat perjalanan hidupnya “Career” yang pada akhirnya terbentuklan jiwa-karakter untuk menjadi Guru Sejati.
3.    Manusia selalu ingin tahu untuk itu selalu belajar secara terus-menerus  serta memiliki rasa tidak puas dan dengan ketidakpuasannya itu manusia selalu belajar.Misalnya : Seseorang yang pada awalnya tidak merasa tertarik akan kehadiran HP-Celluler dikarenakan melihat kegunaan dan fungsi si Pengguna tersebut hanya dijadikan alat Gaul dengan orang-orang yang ia sukai-tuju,Banyak menyedot biaya untuk membeli Pulsa yang cukup signifikan akan tetapi lama-kelamaan akibat dari dorongan lingkungan disekitarnya yang suka menggunakan HP,kemungkinan besar untuk memilikinya cukup tinggi pula dan secara otomatis untuk mempelajari rasa ingin tahu dalam memahami fungsi-fungsi dari fitur yang terkandung di dalamnya.Lambat laun,otomatis ia akan lebih tinggi lagi untuk mempelajari HP yang lainnya dengan kandungan fitur-fitur yang lebih canggih lagi.
4.    Manusia itu belajar karena mempunyai insthing dan akal untuk mempertahankan hidup dan meningkatkan kualitas hidup.Laksana seseorang yang belajar terus-menerus,minimal,sampai kejenjang Strata 1 sepertinya akan menggapai harapan yang lebih cerah lagi dalam menyongsong kehidupan di kemudian hari dibandingkan mereka yang hanya tamatan SMA sederajat apalagi yang tidak sekolah.Seorang pedagang yang hanya keluaran dari yang disebutkan terakhir ituakan sering menemui kesulitan pabila berhadapan bisnis dengan orang yang tingkat pendidikannya yang lebih tinggi,pola pikirnya.
5.    Manusia belajar untuk mengubah pola prilaku.Umpama seseorang yang dulunya bergaul dengan dunia malam-Taman Hiburan-lambat laun dikarenakan ia bersekolah dan bergaul dengan orang-orang yang berpendidikan tinggi/minimal akan kelihatan cara berpikir dan prilakunya lebih dewasa-maju.
6.    Sebagai mahluk sosial dengan belajar bisa dijadikan meningkatnya jalinan kasih “Tali Silaturahmi” lebih mantap lagi.Seperti halnya Penulis yang tadinya tidak mengetahui orang ; Mekarmukti,Banjarwangi,Pameungpeuk dan seterusnya dikarenakan belajar di Program Pascasarjana STKIP Garut jaringan tali-silaturahmi lebih bertambah dan mengasykan.
7.    Dan yang terakhir,Bahwa manusia itu harus belajar dikarenakan belajar itu suatu Kewajiban dan Kebutuhan “Needs” untuk melaksanakan sebagai tugas Khalifah di muka bumi.Contohnya,Setiap orang dewasa yang sudah berpolapikir maju diwajibkan untuk menikah dari pada membujang terus-menerus yang pada akhirnya akan bermuara menjadi sesuatu “Fitnah” sosial.Secara otomatis pula posisi kita di dalam keluarga adalah Sebagai Kepala keluarga=Khalifah.


(Mr.Brow’s 03 Docts.-20120713th+05:34am)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar