Sabtu, 21 Juli 2012

"Bandung di Waktu Hujan"


E
2THE MINISTRY OF NATIONAL EDUCATION
JUNIOR-SENIOR AND TEACHING EDUCATION HIGH  SCHOOL
  ENGLISH EXPLORE
 “HOW TO PLAY THE ENGLISH BEAUTIFULLY”
  Homesite : Jln.Tarisi-Cangkuang-Leles-Garut-085 353 641 709
“Bandung di Waktu Hujan”
(Kumpulan Cerita-Cerita Tanpa Makna dari Sang Tokoh “Nine One-One”)

Tepat jarum jam menunjukan  pukul 04.30 sore,Sang Pengelana sampai di jln Sukajadi menuju Terminal Ledeng yang beberapa saat lagi sampai ke tempat tujuan sekedar menyelesaikan tugas kakak iparku yang belum kelar semenjak hari senin beberapa hari yang lalu.

Sepanjang jalan ini dari mulai persimpangan jalan menuju RSU Hasan Sadikin sampai jalan Sukajadi ku melihat kiri-kanan sampah-sampah pelastik,sebagian kecil lumpur dan kerikil berbatuan bersaerakan di tengah dan sepanjang pinggir jalan.Bukan itu saja yang ku lihat terkadang aroma Bau yang sungguh menyesakan ikut menghampiri kedua buah lubang hidungku meskipum seluruh bagian kepalaku tertutup dengan Helm beserta segala bentuk aksesori yang lainnya,dengan maksud agar sepanjang perjalananku dengan menggunakan motor seksiku tidak kena angin-masuk angin.Disamping hamparan sampah yang bergeletakan di sepanjang jalan ini,kemacetan jalan pun ikut melengkapi kesemrautan jalan Sukajadi di waktu sore menjelang maghrib.

Bandung sepertinya tidak aneh mendapatkan keadaan seperti ini,Bandung mungkin sudah tidak mengindahkan akan makna dari “Bandung Paris Van Java”  atau mungkin Bandung sudah merasa “Ta’ak´melihat orang-orang bandung berikut para pendatang baru yang sulit diatur ?

Perjalananku diteruskan tidak sampai di sini,sebelum pulang meninggalkan kota kembang ini ku lalui sepanjang jalan Soekarno-Hatta.Di sepanjang jalan ini pun tak ubah bedanya dengan jalan Sukajadi,mungkin perbedaan sedikit mengenai si Pengguna jalan yang menggunakan kendaraan beroda dua,tidak ada yang menggunakan kecepatan di bawah 60 Kmh hampir sebagian besar berkecepatan tinggi dan dihalalkan mendahului antara kendaraan yang satu dengan lainnya dari arah kiri-kanan.Pemandangan ini sudah biasa di sepanjang jalan Soekarno-Hatta,entah sudah berapa orang yang sudah terenggut nyawanya di jalan ini.Seperti pada waktu Kami sedang menunggu berhentinya lampu merah,setelah beberapa menit menunggu tidak jauh dari tiang “traffic light” kami berbanjar sambil menunggu giliran untuk mendapatkan lampu hijau.Tak terlalu lama kami menunggu giliran lampu hijau,semuanya siap-siap untuk menarik gasnya masing-masing dengan posisi bahu yang agak tegang,sorot mata semuanya menatap ke depan dengan tatapan yang serius.Tepat pada waktu perpindahan dari lampu merah ke lampu hijau dengan tanpa diaba-aba lagi semuanya saling mendahului laksana para Pembalap Motor mendengar peluit dibunyikan dan bendera ‘bianconeri” dikebutkan oleh panitia circuit.Semuanya berkeinginan untuk yang tercepat,terbaik dan mungkin sekedar mendapatkan suatu pujian “Gelo euy maneh bisa nyaingan Valentino Rosi atuh mun kitu mah-Edan kamu menjalankan motornya kok sampai begitu cepat dan kalau begitu kamu bisa menyaingi Sang legenda balapan moto cross : Vallentino Rossi !”

Kecepatan sang pengendara motor yang saling berebutan pingin yang tercepat,dengan perebutan posisi terdepan dihalalkan untuk menyalip dari kiri-kanan,matahari yang masih menyinari bumi dengan panasnya,suara knalpot motor yang tidak ada yang ramah didengar telinga serta di perkaya dengan hamparan sampah pelastik de sepanjang jalan ini.Lengkaplah lukisan indah Bandung di waktu hujan.Sebenarnya siapa yang kurang peduli dengan kota Bandung ini ?

Tidak jauh dari arah jalan raya ini,belok kanan dari arah lingkar cibeureum dan tidak jauh pula dari arah Leuwi panjang menuju central sepatu Cibaduyut menuju arah jalan ke Bale’endah-Soreang.Namun sebelum menuju ke sana setelah melewati jembatan belok kesebelah kiri,terdapat hamparan sungai Citarum yang sangat vital bagi penduduk disekitarnya.Dengan harapan untuk menanggulangi banjir,menjadikan daya tampung bagi limpahan air di waktu musim penghujan tiba dan juga sangat diharapkan juga sebagai pengindah-penyejuk dan taman rekreasi-panorama air bagi warga Bale’endah dan sebagian Soreang.Sungguh bertolak belakang sekaliu dengan tujuan mulya tadi,kalau melihat ke bawah sungai kita akan melihat warna air yang hitam tercemar air limbah,bau aroma yang tidak bersahabat lagi bagi kedua lubang hidung kita dan sudah barang tentu berserakan sampah di sepanjang aliran sungai citarum.Aneh memang,itikad baik dari bapak wali kota Bpk.Dada Rosada yang telah melakukan pengerukan agar tidak dangkal,aliran air berjalan lancar dan berbagai bentuk sampah bisa ditarik ke atas pinggir sungai agar bersih dan rapih.

Semuanya kembali kepada kita terutama warga yang ada disekitarnya.

1.   Apakah kita tidak sayang akan kesehatan ?
2.   Apakah pula kita tidak ingin akan keindahan lingkungan ?
3.   Dan Mengapa anda masih berpura-pura,tidak mau tahu-masa bodoh memang gue pikirin atau
      memang anda itu termasuk kepada golongan orang-orang yang bodoh untuk ditakdirkan hidup
      sengsara sepanjang hidupnya untuk tidak mau diatur ?

Untuk membentuk lingkungan yang Indah itu harus dimulai dari lita sendiri dan jangan banyak mengharapkan bantuan-belas kasihan dari orang lain.Mulaim lah dari kita sendiri ! Setiap melihat sampah,terutama berbagai bentuk jenis plastik,dengan reflek kita pungut dan buanglah pada tempatnya.Kita harus merasa alergi-ararateul-kalau melihat sampah-sampah tersebut dan Kita harus merasa dosa apabila sampah-sampah itu tidak kita pungut,Budayakanlah semuanya ini laksana menjadikan sebuah karakter pada diri kita ! Buktikan nyalimu Sobat ! Kita pasti bisa ! Jangan macam-macam ide-ide yang sangat menggila itu buatlah yang ini dulu !


(Mr.Brows03 Docts. : 05.26 Pm-20120721)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar