

THE MINISTRY OF NATIONAL EDUCATION
JUNIOR-SENIOR AND TEACHING EDUCATION HIGH SCHOOL
ENGLISH EXPLORE
“HOW TO PLAY
THE ENGLISH BEAUTIFULLY”
Homesite :
Jln.Tarisi-Cangkuang-Leles-Garut-085 353 641 709
“Bandung di Waktu
Hujan”
(Kumpulan Cerita-Cerita Tanpa
Makna dari
Sang Tokoh “Nine One-One”)
Tepat jarum jam menunjukan pukul 04.30 sore,Sang Pengelana sampai di jln
Sukajadi menuju Terminal Ledeng yang beberapa saat lagi sampai ke tempat tujuan
sekedar menyelesaikan tugas kakak iparku yang belum kelar semenjak hari senin
beberapa hari yang lalu.
Sepanjang jalan ini dari mulai persimpangan
jalan menuju RSU Hasan Sadikin sampai jalan Sukajadi ku melihat kiri-kanan
sampah-sampah pelastik,sebagian kecil lumpur dan kerikil berbatuan bersaerakan
di tengah dan sepanjang pinggir jalan.Bukan itu saja yang ku lihat terkadang
aroma Bau yang sungguh menyesakan ikut menghampiri kedua buah lubang hidungku
meskipum seluruh bagian kepalaku tertutup dengan Helm beserta segala bentuk
aksesori yang lainnya,dengan maksud agar sepanjang perjalananku dengan
menggunakan motor seksiku tidak kena angin-masuk angin.Disamping hamparan
sampah yang bergeletakan di sepanjang jalan ini,kemacetan jalan pun ikut
melengkapi kesemrautan jalan Sukajadi di waktu sore menjelang maghrib.
Bandung sepertinya tidak aneh mendapatkan keadaan
seperti ini,Bandung mungkin sudah tidak mengindahkan akan makna dari “Bandung
Paris Van Java” atau mungkin Bandung
sudah merasa “Ta’ak´melihat orang-orang bandung berikut para pendatang baru yang
sulit diatur ?
Perjalananku diteruskan tidak sampai di
sini,sebelum pulang meninggalkan kota kembang ini ku lalui sepanjang jalan
Soekarno-Hatta.Di sepanjang jalan ini pun tak ubah bedanya dengan jalan
Sukajadi,mungkin perbedaan sedikit mengenai si Pengguna jalan yang menggunakan
kendaraan beroda dua,tidak ada yang menggunakan kecepatan di bawah 60 Kmh
hampir sebagian besar berkecepatan tinggi dan dihalalkan mendahului antara
kendaraan yang satu dengan lainnya dari arah kiri-kanan.Pemandangan ini sudah
biasa di sepanjang jalan Soekarno-Hatta,entah sudah berapa orang yang sudah
terenggut nyawanya di jalan ini.Seperti pada waktu Kami sedang menunggu
berhentinya lampu merah,setelah beberapa menit menunggu tidak jauh dari tiang “traffic
light” kami berbanjar sambil menunggu giliran untuk mendapatkan lampu hijau.Tak
terlalu lama kami menunggu giliran lampu hijau,semuanya siap-siap untuk menarik
gasnya masing-masing dengan posisi bahu yang agak tegang,sorot mata semuanya
menatap ke depan dengan tatapan yang serius.Tepat pada waktu perpindahan dari
lampu merah ke lampu hijau dengan tanpa diaba-aba lagi semuanya saling
mendahului laksana para Pembalap Motor mendengar peluit dibunyikan dan bendera ‘bianconeri”
dikebutkan oleh panitia circuit.Semuanya berkeinginan untuk yang
tercepat,terbaik dan mungkin sekedar mendapatkan suatu pujian “Gelo euy maneh
bisa nyaingan Valentino Rosi atuh mun kitu mah-Edan kamu menjalankan motornya
kok sampai begitu cepat dan kalau begitu kamu bisa menyaingi Sang legenda
balapan moto cross : Vallentino Rossi !”
Kecepatan sang pengendara motor yang saling
berebutan pingin yang tercepat,dengan perebutan posisi terdepan dihalalkan
untuk menyalip dari kiri-kanan,matahari yang masih menyinari bumi dengan
panasnya,suara knalpot motor yang tidak ada yang ramah didengar telinga serta
di perkaya dengan hamparan sampah pelastik de sepanjang jalan ini.Lengkaplah
lukisan indah Bandung di waktu hujan.Sebenarnya siapa yang kurang peduli dengan
kota Bandung ini ?
Tidak jauh dari arah jalan raya ini,belok kanan
dari arah lingkar cibeureum dan tidak jauh pula dari arah Leuwi panjang menuju
central sepatu Cibaduyut menuju arah jalan ke Bale’endah-Soreang.Namun sebelum
menuju ke sana setelah melewati jembatan belok kesebelah kiri,terdapat hamparan
sungai Citarum yang sangat vital bagi penduduk disekitarnya.Dengan harapan
untuk menanggulangi banjir,menjadikan daya tampung bagi limpahan air di waktu
musim penghujan tiba dan juga sangat diharapkan juga sebagai pengindah-penyejuk
dan taman rekreasi-panorama air bagi warga Bale’endah dan sebagian Soreang.Sungguh
bertolak belakang sekaliu dengan tujuan mulya tadi,kalau melihat ke bawah
sungai kita akan melihat warna air yang hitam tercemar air limbah,bau aroma
yang tidak bersahabat lagi bagi kedua lubang hidung kita dan sudah barang tentu
berserakan sampah di sepanjang aliran sungai citarum.Aneh memang,itikad baik
dari bapak wali kota Bpk.Dada Rosada yang telah melakukan pengerukan agar tidak
dangkal,aliran air berjalan lancar dan berbagai bentuk sampah bisa ditarik ke
atas pinggir sungai agar bersih dan rapih.
Semuanya kembali kepada kita terutama warga
yang ada disekitarnya.
1. Apakah kita tidak sayang akan kesehatan ?
2.
Apakah pula kita tidak ingin akan keindahan lingkungan ?
3. Dan
Mengapa anda masih berpura-pura,tidak mau tahu-masa bodoh memang gue pikirin
atau
memang
anda itu termasuk kepada golongan orang-orang yang bodoh untuk ditakdirkan hidup
sengsara
sepanjang hidupnya untuk tidak mau diatur ?
Untuk membentuk lingkungan yang Indah itu harus
dimulai dari lita sendiri dan jangan banyak mengharapkan bantuan-belas kasihan
dari orang lain.Mulaim lah dari kita sendiri ! Setiap melihat sampah,terutama berbagai
bentuk jenis plastik,dengan reflek kita pungut dan buanglah pada tempatnya.Kita
harus merasa alergi-ararateul-kalau melihat sampah-sampah tersebut dan Kita
harus merasa dosa apabila sampah-sampah itu tidak kita pungut,Budayakanlah
semuanya ini laksana menjadikan sebuah karakter pada diri kita ! Buktikan
nyalimu Sobat ! Kita pasti bisa ! Jangan macam-macam ide-ide yang sangat
menggila itu buatlah yang ini dulu !
(Mr.Brows03
Docts. : 05.26 Pm-20120721)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar